Laman

Sabtu, 09 Juli 2011

Cara Praktis Berbahasa Jepang Bagian 2

Sekilas Mengenai Tata Bahasa Jepang

Bukanlah tujuan dari buku ini untuk menerangkan tata bahasa jepang. Namun bagaimanapun juga, mungkin ada gunanya untuk mengetengahkan beberapa perbedaan mendasarkan antara bahasa jepang dan bahasa indonesia.

1. Kata kerja dalam bahasa jepang terdapat pada akhir kalimat. Contoh : Watashi wa biru o nomimasu. (saya minum bir.)

2. Kata benda dalam bahasa jepang umumnya tidak memiliki bentuk jamak. Kata benda kodomo, misalnya, dapat berarti "anak" maupun "anak-anak"

3. Kata sandang (artikel) dan beberapa kata sifat yang umum dalam bahasa inggris tidak digunakan dalam bahasa jepang. Untuk kata-kata seperti "sebuah / seorang", "the" (bahasa inggris), "beberapa," dan "any" (bahasa inggris), tidak ada padanannya dalam bahasa jepang.

4. Pokok kalimat dari sebuah kalimat, terutama "watashi (saya)" dan anata (anda), sering kali dihilangkan.

5. Bentuk kata kerja yang sama digunakan baik untuk bentuk sekarang maupun yang akan datang.
contoh : Watashi wa ikimasu. (saya pergi/saya akan pergi.)

6. Tiga partikel penting dalam bahasa jepang tidak ada padanannya dalam bahasa indonesia.

* Wa mengikuti topik atau pokok kalimat (subjek) dari sebuah kalimat.
contoh: Watashi wa Honda desu (saya Honda)
* Ga mengikuti subjek dari sebuah kalimat.
contoh: Hoteru ga arimasu. (Ada sebuah Hotel.)
* O mengikuti objek langsung dari sebuah kata kerja.
contoh: Biru o nomimasu. (Saya minum bir.)

7. Penambahan kata ka pada akhir kalimat menjadikannya kalimat tanya.
contoh: Kore wa hoteru desu ka? (Apakah ini sebuah hotel?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar